Pages

Jumat, 31 Desember 2010

api berbentuk lafal Allah

Itulah sebuah ledakan lumpur lapindo yang terjadi  22-11-2006 , dimana terjadinya lumpur lapindo dalam selang yang runtun, ketika dituliskan gempa yogya 27-mei-2006, lumpur lapindo mulai terjadi tgl 29-mei-2006. Biasanya sebuah kematian didalam simbol yang kita kenal adalah ’0′ (off)  sedangkan hidu adalah ’1′ (on). Itulah sebuah gambaran 010, dimana pada tahun 2006 lalu terjadi dua bencana yang dekat. Pada letusan merapi tahun 2006, sesungguhnya korban hanya 2 orang saja yang menunjukkan 0 sebanyak 2, hingga itulah, merapi meletus kembali tgl 26-10-2010, dimana tgl 26 itulah sebagai sebuah ingatan dari tahun 2006 lalu.
Hal itu pula yang merujukkan pada tgl terjadi gempa yogya 27-05-2006 ketika disatukan, terjadi 2+7+5+2+0+0+6 =22, sehingga itulah 22-11-2006 terjadi ledakan di lumpur lapindo.  Dimamanakah yang 11, setelah 22 muncul dalam gempa yogya dan 2006 sebagai letusan merapi ? itulah 11 yang muncul dalam tsunami mentawai tgl 25-10-2010 yang juga disatukan, 2+5+1+0++2+0+1+0=11.
Itulah 22 yang merupakan memori Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari dan sebuah surat 22 itulah yang kini ‘lagi waktunya musim haji’ yaitu surat al-hajj
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar pada hari  kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (surat 22 ayat 1 sampai 2)
Tiada lain semua ornamen kemunculan baik lafal Allah, penampakan mbah petruk (baca Penampakan Mbah Petruk Sebelum Gunung Merapi Meletus), penampakan foto ‘bidadari’ (baca Penampakan Bidadari Pada Letusan Merapi), TIADA LAIN mengingatkan pada kita semua, tentang kebesaranNya dan sesungguhnya kiamat itu pasti terjadi, sehingga dengan bencana demi bencana itu merupakan iktibar besar, agar kita tidak berlaku sombong di dunia ini, walau seakan-akan dunia sudah dipegang tangan. Tersebutlah sebuah brosur yang dikirim untuk memberikan sebuah himbauan, ajakan dan penegasan akan sebuah gempa bumi yogya 27-mei-2006 sebelum terjadinya, berikut cuplikan itu:
Maksud bencana dan musibah adalah pergiliran kepada manusia, dan sebagai batas manusia agar manusia tidak menyombongkan diri dan membanggakan diri, ketika bencana dan musibah datang bukan karena seseorang atau ritual seseorang:
(Al-quran surat Al-hadiid:23) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira  terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar